Minggu, 03 April 2011

WORD CHOICE

WORD  CHOICE

Yang namanya kata bermakna ganda dalam bahasa apapun selalu ada. Contoh dalam bahasa Indonesia adalah kata “buku”.

Buku biologi saya di mana ya?” kata Hamzah.
“Kalajengking adalah hewan berbuku”, kata guru biologi.

Kalau tidak salah, kata yg demikian disebut homograf; tulisannya sama, dibacanya sama, tetapi maknanya berbeda. Pengucapan kata dan penulisan kata tersebut sama, tetapi ketika konteks penempatannya berbeda, maknanya jadi berbeda.

Bang, cepetan pulang, sekalian nitip beliin obat buat Maria”, kata Aisha kepada Fahri.
“Iya, tapi kayaknya ga bisa buru-buru Aisha, abang harus ambil uang dulu di Bank”, jawab Fahri.

Kata yang ditulis miring kalau ga salah namanya homofon; pengucapannya sama, tapi tulisan dan artinya berbeda.
Contoh dalam bahasa Inggris :

Live , kalau dibaca liv berarti verb (kata kerja) artinya tinggal atau hidup. I lived in Bandung, but now I live in Cirebon.

Live, kalau dibaca laiv berarti adjective (kata sifat) artinya langsung. Acara siaran langsung di TV biasanya ada tulisan Live (laiv). Kalau digabung dengan kata benda, taroh kata tersebut sebelum  noun, misal : live performance (penampilan langsung).

Kata live bergabung dengan kata-kata lain yang artinya adalah mahluk hidup selalu ditulis dalam betuk living. Cotoh : Living things, living creature, living organism, living cells.

Kata live yang berarti hidup adalah adjective jika kata sebelumnya adalah linking verb (verb of sense : seem, look, appear etc), harus ditulis alive. Biasanya ditaroh diakhir kalimat. Dalam poster buronan biasa terpampang begini : foto buronan terus dibawahnya ada tulisan : Wanted dead or alive!!.

Contoh dalam kalimat lain : My grandfather was still alive when I left him.

Selain kata live, kata lainnya adalah like.

Like bisa bearti suka (verb), Like juga bisa berarti seperti atau mirip (preposisi) tergantung konteks kalimatnya.
I like swimming.
I enjoy sport like jogging or biking.

Alike artinya secara adil (equally) berarti adverb, menerangkan kata kerja.
Contoh : Orang tua kami memelihara anak-anaknya tanpa dibeda-bedakan satu sama lain. Dapat diterjemahkan dalam bahasa Inggris : Our parents treat us all alike.

Alike bisa juga berarti mirip tetapi ditaroh setelah linking verb (verb of sense : look, seems, etc) tetapi tidak ditaroh sebelum noun.
Contoh : Si kembar Eva dan Evi terlihat sangat mirip sekali. The twins Eva and Evi look very much alike.

Unlike adalah preposisi artinya tidak seperti.

Selanjutnya, selain live dan like adalah hard.

Hard (keras) bisa berfungsi sebagai adjective bisa juga berfungsi sebagai adverb tergantung konteks kalimatnya.

Tetapi hardly bukan turunan dari hard meski fungsinya sama sebagi adverb. Hardly memiliki arti sendiri, yaitu barely atau scarely (hampir tidak / almost negative).

Sama dengan kata late. Late bisa berfungsi sebagi adjective bisa juga adverb tergantung konteks kalimatnya. Tetapi Lately adalah adverb, bukan turunan dari late. Lately memiliki arti sendiri yaitu recently, atau baru-baru ini.

Contoh lain :
High bisa berfungsi sebagai adjective, bisa juga sebagai adverb tergantung konteks kalimatnya. Tetapi highly adalah adverb bukan turunan dari high. Highly memiliki makna tersendiri yaitu very (sangat).

Contoh kalimat yg salah : The birds fly highly. (secara struktur benar, fly terbang (verb) diterangkan oleh highly (adverb), tetapi secara makna salah, adverb yg tepatnya adalah high, karena highly artinya sangat.

The tower is high. (high di sini berarti adjective, menerangkan tower (noun))

Contoh lain :
Near adalah preposisi artinya dekat (close to) . Nearly adalah adverb artinya hampir (almost).

Jangan tertukar menggunakan kata make dan do. Make berarti create atau produce. Do berarti act atau perform.

Demikian tulisan kali ini, tentang pilihan kata. Masih banyak kata-kata lain dalam bahasa Inggris atau bahasa Indonesia yang tulisan atau pengucapannya mirip tapi memiliki makna yang berbeda satu sama lain. Apalagi dalam bahasa Arab satu kata bisa memiliki makna yang beragam. Cara memahami maknanya dengan benar adalah mengembalikan ke konteksnya. Meragukan persepsi pribadi terutama atas teks-teks yang disucikan. Menanyakan  pada orang-orang yg memiliki otoritas keilmuan tentangnya adalah sangat dianjurkan agar tidak terjadi kerancuan dalam pemahaman ^ _^ .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar